BERSEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU

                        بسم الله الرحمن الرحيم

Rekaman Audio Kajian Rutin Nganjuk
Pembahasan Kitab : Ushulul Iman

Karya : Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab رحمه اللّٰه

Pemateri : Al Ustadz Usamah Faishol Mahri,Lc حفظه الله

Pembahasan : Bersemangat Dalam Menuntut Ilmu

Tempat :
Masjid Baitul Izzah NGANJUK
Hari Sabtu,19 Rajab 1441 H//14 Mar 2020 M.

“Tidaklah seorang keluar untuk menuntut ilmu (agama) kecuali malaikat meletakan sayap-sayap mereka untuknya, ia akan dimudahkan menuju surga.”[HR. Ibnu Abdil Barr, Kitab Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi]

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu padanya, niscaya Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
[Hadits Riwayat Muslim]

Barokallohu Fiikum

Itulah Kematian yang Membersihkan Jiwa dan Cukuplah Kematian Sebagai Nasehat buat kita

Pembersih Jiwa Ringkas

Itulah Kematian yang Membersihkan Jiwa dan Cukuplah Kematian Sebagai Nasehat buat kita.

Bismillah,

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Allah Ta’ala berfirman:

“Setiap jiwa itu akan merasakan kematian, Sesungguhnya engkau semua itu akan dicukupkan semua pahalamu nanti pada hari kiamat. Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan dalam surga, maka orang itu benar-benar memperoleh kemenangan. Dan Tidaklah kehidupan dunia ini melainkan kehidupan yang menipu.” (Ali-Imran: 185)

Saudaraku Yang Budiman, Ketika Ada seseorang hamba terlalu sibuk dengan keduniaan dan dia melupakan hakikat tujuan penciptaan nya, maka orang -orang yang seperti ini disebut sebagai orang orang yang lalai dari hakikat tujuan kehidupannya, Kemudian pada suatu waktu dia tersentak hatinya , terperangah, guncang dan kaget setengah mati ketika salah satu dari keluarganya atau saudaranya diberitakan pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya tanpa disertai tanda tanda kematian,

MUNGKIN DIA AKAN BERFIKIR SEJENAK :
KALAULAH YANG MATI ITU SAYA, TERUS BAGAIMANA ?
BAGAIMANA KELUARGA SAYA?
BAGAIMANA HARTA SAYA?
BAGAIMANA BEKAL SAYA YANG SEDIKIT?
BAGAIMANA DAN TERUS BAGAIMANA?

Kemudian apa yang terkesan dari orang seperti ini, dia akan merinding bulu kudu’nya karena pengaruh dahsyatnya kematian dan sakaratnya, dahsyatnya siksaan alam kubur, dahsyatnya fitnah hari dibangkitkan, dahsyatnya padang mahsyar , dahsyatnya timbangan, Dahsyatnya Shirot, Serta Dahsyatnya Neraka.

DAN MUNGKIN JIKA YANG MENINGGAL ADALAH ORANG DEKAT YANG DIA SAYANGI MAKA DIA MELAKUKAN PERBUATAN PERBUATAN JAHILIYAH: MENCAKAR WAJAH, MEROBEK ROBEK BAJU, MERATAP DENGAN KERAS YANG, SEMUA ITU MELUAPKAN GUNCANGNYA HATINYA KARENA ADANYA MUSIBAH KEMATIAN

Maka para pendahulu kita yang shalih sering menyebut orang orang yang seperti ini adalah orang orang yang berada dalam keadaan lalai mengingat kematian dan tersentak ketika ditimpa musibah kematian, sehingga tak jarang para ahli hikmah menyebutkan orang orang seperti ini memiliki kebiasaan dalam hidupnya : MALAS BERIBADAH, SERING MENUNDA TAUBAT DAN RAKUS TERHADAP DUNIA, mereka masuk dalam firmanNya :

إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعًۭا

Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah

وَإِذَا مَسَّهُ ٱلْخَيْرُ مَنُوعًا

dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (Al Maarij 20-21)

Berbeda Keadaannya jika seorang yang senantiasa mengusahakan taat kepada Allah ta’ala kemudian diberikan cobaan dengan datangnya musibah yaitu datangnya tanda kematian dengan sakit Dan Kalaupun ketika salah satu dari keluarganya atau saudaranya diberitakan pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya , Maka hatinya yang halus akan tersentak dan terperangah kemudian meneteskan air mata karena kesedihan yang dialaminya, kemudian dia mengucapkan kata kata bijak yang diajarkan RosulNya,

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۭ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Albaqarah 156

Mereka pun bertawakal kepada Allah dan Menyerahkan segala urusan kepadaNya, Kemudian Pendahulu kita yang shalih sering menyebut mereka sebagai orang orang yang banyak mengingat kematian dan sehingga tak jarang para ahli hikmah menyebutkan orang orang seperti ini memiliki kebiasaan dalam hidupnya : SEMANGAT DALAM BERIBADAH, MENYEGERAKAN TAUBAT DAN TIDAK RAKUS TERHADAP DUNIA

Sahabatku yang budiman Kita Tidak mengetahui kapan dan dimana seseorang akan meninggalkan dunia ini dan ketika kematian itu datang maka tidak bisa seseorang meminta untuk diundurkan barang sebentar pun, Maka hendaknya setiap diri menjadi hamba-hamba yang cerdas untuk mempersiapkannya mulai dari sekarang bekal bekal kematian ini,

Alloh Ta’ala Berfirman :

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

“Seseorang itu tidak akan mengetahui apa yang akan dikerjakan pada esok harinya dan seorangpun tidak akan mengetahui pula di bumi mana ia akan mati” (Luqman: 34)”Maka apabila telah tiba waktu ajal mereka, tidaklah mereka itu dapat mengundurkan nya barang sesaat dan tidak pula memajukan-nya.” (an-Nahl: 61)

Jadi jangan sampai kita menyesal nanti sebagaimana kaum kafir dan munafiq ketika mereka menemui ajalnya mereka merengek kepada Alloh Ta’ala untuk diundurkan baran sesaat agar mereka bisa kembali kedunia dan agar bisa bersedekah dan berbuat kebaikan dengan amalan-amalan shalih . 

قال تعالى “يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

وَأَنفِقُوا۟ مِن مَّا رَزَقْنَٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍۢ قَرِيبٍۢ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai sekalian orang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu itu melalaikan engkau semua dari mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh kerugian. Dan nafkahkanlah -untuk kebaikan- sebagian dari apa-apa yang Kami rezeki-kan kepadamu semua sebelum kematian mendatangi seseorang dari engkau semua, lalu ia berkata: “Ya Rob ku mengapa aku tidak Engkau beri tangguh barang sedikit waktu, supaya aku dapat memberikan sedekah dan aku dapat dimasukkan dalam golongan orang-orang shalih. Allah sama sekali tidak akan memberikan tangguhkan waktu kepada sesuatu jiwa jikalau telah tiba ajalnya dan Allah adalah Maha Periksa perihal apa saja yang engkau semua lakukan.” (al-Munafiqun: 9-11)

Dan FirmanNya :

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ

لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍۢ وَلَا يَتَسَآءَلُونَ

Allah Ta’ala berfirman lagi: “Sehingga di kala kematian telah tiba pada seorang diantara mereka, ia pun berkatalah: “Ya Rob ku, kembalikanlah saya hidup -ke-dunia supaya saya dapat mengerjakan amalan yang baik yang telah saya tinggalkan”. Janganlah begitu, Sesungguhnya perkataan itu hanyalah sekedar yang dapat ia ucapkan. Di hadapan mereka ada barzakh, dinding yang membatasi sampai hari mereka dibangkitkan. Selanjutnya, apabila ditiup sangkakala, maka pada hari itu tiada lagi pertalian -kekerabatan dan persahabatan- diantara mereka dan antara satu dengan lainnya tidak dapat saling menanyakan. QS.Almukminun 99-101

Sahabat Yang Budiman, Maka Jadilah Kita semua sebagai musafir didunia ini yang sadar akan kembali kepada Alloh Ta’ala dan Akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah dari semua perbuatan kita,

Rasul Shallallahu alaihi Wassalam Bersabda :

وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما قال : أَخَذَ رَسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِمنكِبِي فَقَالَ : «كُنْ في الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَو عابرُ سَبِيلٍ » وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي اللَّه عنهما يقول : إِذا أَمسَيتَ، فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ ، فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ ، وخذ مِن صِحَّتِكَ لَمَرَضِك وَمِن حَيَاتِكَ لمَوتِكَ » رواه البخاري

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Rasulullah menepuk bahuku lalu bersabda: “Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah engkau itu orang gharib -orang yang berada di suatu negeri yang bukan negerinya sendiri- atau sebagai orang yang melalui jalan (Musafir).” Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata: “Jikalau engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau engkau di waktu pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu sore yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau dalam kondisi sehat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (Riwayat Bukhari)

Lalu bagaimana supaya kita selalu sadar bahwa kita adalah orang orang yang asing yang akan meninggalkan persinggahan kita ini yaitu DENGAN MEMPERBANYAK MENGINGAT KEMATIAN DAN MENJADIKAN KEMATIAN SAUDARA KITA SEBAGAI NASEHAT BUAT KITA “

Sebagaimana Perintah Rasul Shallallahu alaihi Wassalam :

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ » يَعني المَوْتَ ، رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ 

“Per banyaklah olehmu semua akan mengingat-ingat kepada pemutus segala macam kelezatan yaitu kematian. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi hadist hasan.

Akhukum Fillah Ditulis Oleh Al Ustadz Abu Amina Aljawiy

Maroji’:
Pengalaman Saudara Yang Melihat Saudaranya Meninggal Mendadak, Kitab Syarah Riyadhus Shalihin Syeikh Utsaimin Dan Kitab. Siar Alam Nubala Imam Dzahabiy , Shahih Bukariy Muslim, Shahih Imam Tirmidzi Rahimahumullah.

Ayo Bergabung: https://t.me/pesantren_salaf_online

(lebih…)

Indahnya hidup dengan Alqur’an

Renungan Jiwa Ringkas

Indahnya hidup dengan Alqur’an

Bismillah. Indahnya hidup dengan alqur’an, hari hari mengawalinya dengannya, membacanya, merenunginya, mentadaburinya, menghafalnya, menjaganya,mengamalkanya, berobat denganya, berhukum dengannya, mendakwahkanya, maka oleh karenanya kita diperintahkan untuk bergembira dengan karunia itu, mari kita gapai keutamaan itu, dan mulailah melirik untuk berfikir kearahnya, dan berjalan diatasnya, sungguh dunia dan apa yang diperebutkan manusia hanya sejenak, apa yang mereka kumpulkan akan meninggalkannya atau dia yang meninggalkan dunia itu, adapun jika dia tujuannya ahkirat maka Allah kumpulkan urusannya , Allah jadikan hatinya kaya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan mengemis, Ya Allah kumpulkan kami dalam ketaatan sehingga buahnya adalah manisnya hidup didunia dan ahkirat.

Allah Ta’ala berfirman :

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (57) قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ (58) }

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rab kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang berada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah, ”Dengan karunia Allah dan rahmat­nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”Yunus 57-58

Berkata Syeikh Assa’diy Rahimahullah :

ولذلك أمر تعالى بالفرح بذلك فقال: {قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ} الذي هو القرآن، الذي هو أعظم نعمة ومنة، وفضل تفضل الله به على عباده {وَبِرَحْمَتِهِ} الدين والإيمان، وعبادة الله ومحبته ومعرفته. {فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} من متاع الدنيا ولذاتها.

” Oleh sebab itu Allah Ta’ala memerintahkan agar bergembira dari yang demikian itu ( yakni ilmu agama yg Allah karuniakan pent ) maka Allah Ta’ala berfirman ”

▶”Katakan dengan keutamaan Allah” yaitu adalah Alqur’an, yang Alqur’an itu seagung-agung nikmat dan anugerah serta keutamaan yang Allah Ta’ala denganya memberikan keutamaan pada hambanya,

▶” Dan dengan rahmat-Nya” maksudnya yakni agama dan iman serta ibadah kepada Allah, kecintaan serta pengenalan kepada-Nya.

▶” Maka dari yang demikian itu hendaklah mereka bergembira, Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” yakni dari perhiasan dunia dan kesenanganya.

Akhukum Fillah Dipondok Yatim Non Yatim Annashihah Cepu , Dikutip dari Tafsir Assa’diy rahimahullah.

Ayo bergabung di channel telegram : http://t.me/pesantren_salaf_online

BERITA WALISONGO DALAM TIMBANGAN AHLUL HADITS

Persoalan:
Banyak kisah-kisah aneh dan tidak masuk akal tentang walisongo. Apa memang demikian kenyataannya ? Bagaimana seharusnya kita dalam menyikapi ?

Jawab:

Cerita Walisongo demikian terkenal di tanah Jawa. Namun ada sebuah perkara penting untuk kita telaah, ternyata kisah-kisah walisongo tidak memiliki kejelasan dan bukti ilmiah yang bisa diterima.

Tidak ada sanad berita yang bisa dipertanggung-jawabkan kecuali hanya “konon”,”katanya” dan “ceritanya”.

Tulisan ini tidak lain kecuali untuk mengajak kita merenung dan berbagi faedah dengan keikhlasan, ketenangan dan mengharapkan pahala Allah. Sungguh seorang muslim mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana dia suka kebaikan itu untuk dirinya.

Dalam kisah sunan Kalijogo misalnya, konon R.M. Said (nama asli sunan kalijogo) diperintah gurunya (sunan Bonang) untuk bertapa di pinggir kali menunggu tongkat sang guru, dengan pesan jangan sekali kali meninggalkannya. Ternyata waktu penantian sangat lama hingga tubuhnya berlumut, terkenallah kemudian dengan julukan Sunan Kalijogo.

Kisah ini sangat mengherankan. Bukankah Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menyusahkan diri ?. Islam juga tidak mengajarkan umatnya untuk meninggalkan shalat berjamaah lima waktu, atau meninggalkan shalat jumat. Jika sang guru berpegang dengan syariat islam kenapa tidak berwasiat untuk memenuhi panggilan adzan dan menunaikan shalat lima waktu.

Kisah ini diantara kisah walisongo yang ternyata tidak ada satu sandaran berita pun yang bisa dipegangi kebenarannya.

Saudaraku yang aku cintai fillah, Allah subhanahu wata’la memerintahkan agar kita memiliki sikap tatsabbut “teliti” dalam menerima berita, terlebih berita yang kemudian dijadikan sandaran untuk berkeyakinan. Dalam surat Al-Hujurat Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. [Al-Hujurat: 6]

Berdasarkan ayat ini, para ulama Islam dari kalangan shahabat, tabi’in, at-baut tabi’in termasuk ulama sesudahnya para ulama ahli hadits semisal Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Al Bukhari, Imam Muslim dan seterusnya, mereka sangat konsisten untuk meneliti berita-berita yang sampai kepada mereka terlebih beeita yang disandarkan kepada Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam.

Dengan cara meneliti orang-orang yang menukilkan berita itulah kemudian diketahui benar tidaknya sebuah berita dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, atau berita lainnya.

Dengan meneliti para pembawa berita, tersaringlah antara hadits yang shahih dengan hadits yang  lemah atau palsu.

Para ulama ketika mendengar nukilan berita dari Rasulullah, atau shahabat atau tabi’in segera mereka meneliti sumber penukilan berita. Apabila dalam sanad (rangkaian perawi) ada yang terputus, atau ada seorang yang lemah hafalannya, atau seorang yang tertuduh pendusta atau seorang pendusta, maka berita tersebut ditolak dan dinyatakan sebagaibberita Dhaif (lemah) atau maudhu’ (palsu).

Allahu akbar !! Allah jaga agama ini, dengan dinukilkannya berita melalui orang-orang yang adil lagi terpercaya. Demikianlah seharusnya seorang bersikap terhadap berita.

Kembali kepada kisah-kisah walisongo, ada beberapa hal yang perlu dicermati sebagai bukti tidak benarnya banyak kisah kisah wali songo:

❶- Cerita-cerita wali sarat dengan perkara-perkara mistik, tidak masuk akal serta menyelisihi syareat Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam.

❷- Berita berita walisongo sama sekali tidak bersanad. Adakah diantara mereka yang menghikayatkan kisah walisongo mampu menyebutkan sanad (sumber berita) yang terpercaya untuk kita cek kebenaran beritanya ???

Ternyata berita-berita itu tidak memiliki sumber berita yang jelas. Kalau demikian lalu apa bedanya berita walisongo dengan hadits hadits yang dihukumi palsu oleh Imam Syafii, Imam Ahmad dan lainnya?

Sangat menyedihkan seandainya kisah-kisah wali dibaca dan diyakini ?

Diantara kisah yang aneh tentang sunan kalijogo, dikisahkan bahwa sunan kalijogo menghidupkan anak yang sudah mati.

Sekali lagi mohon untuk dijawab, adakah sandaran berita bagi dongeng Sunan Kalijaga menghidupkan anak kecil ?

❸- Disamping tidak memiliki sandaran berita, ada sisi lain yang menunjukkan ketidak ilmiyahan berita walisongo. Kisah walisongo ternyata memiliki beberapa versi dan penafsiran. Berita yang disebarluaskan tidak jelas seperti ini adalah salah satu ciri-ciri berita dha’if (lemah), atau palsu  (dusta).

Sebagai penutup, sekali lagi: Adakah diantara pembaca atau penulis artikel wali Sanga mendatangkan bukti-bukti otentik yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiyah dihadapan manusia sebelum nanti dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh ?

Atau kisah-kisah yang penuh misteri dan mistik itu dibiarkan tersebar dan menjadi keyakinan dan tuntunan? siapkah kita menanggung dosa atas penyimpangan keyakinan dengan sebab meyakini dan menyebarkan kisah-kisah tersebut ? Allohulmusta’an.

Sumber :
https://problematikaumat.com/berita-walisongo-dalam-timbangan-alhul-hadits/

Turut Menyebarkan:

https://t.me/ForumBerbagiFaidah

http://t.me/pesantren_salaf_online

Doa memohon Ampunan

( 23 :قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (الأعراف

“Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (Q.S. Al A’raf-23)

Ayo bergabung di channel telegram : http://t.me/pesantren_salaf_online K

Didukung oleh: Islamhariini.com